Gaza – Badan PBB untuk urusan pengungsi Palestina, UNRWA, pada Minggu (20/7/2025) menyatakan bahwa otoritas INITOGEL Israel telah membuat warga sipil di Gaza—termasuk satu juta anak-anak—terjerumus dalam kelaparan.
“UNRWA memiliki cukup persediaan makanan untuk seluruh penduduk Gaza selama lebih dari tiga bulan, yang disimpan di gudang-gudang,” kata lembaga tersebut dalam unggahan media sosial sebelumnya yang disertai foto sebuah gudang di Arish, Mesir, seperti dilansir The Guardian.
“Buka akses masuk, akhiri pengepungan, biarkan UNRWA menjalankan tugasnya dan membantu orang-orang yang membutuhkan, termasuk satu juta anak-anak.”
UNRWA pekan lalu melaporkan bahwa sejumlah bayi telah meninggal dunia akibat malnutrisi akut berat.
Israel melarang semua bentuk kerja sama dengan UNRWA di Gaza dan Tepi Barat, dengan tuduhan bahwa badan itu telah disusupi oleh Hamas, meskipun tinjauan independen menyatakan bahwa Tel Aviv gagal memberikan bukti atas klaim bahwa pegawai UNRWA adalah anggota organisasi teroris.
UNRWA sebelumnya menjadi penyalur utama bantuan di Gaza dan penyedia layanan dasar bagi warga Palestina di seluruh wilayah, termasuk layanan kesehatan dan pendidikan.
Sejak Mei, bantuan sebagian besar disalurkan oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung oleh AS dan Israel, menggantikan sistem bantuan yang sebelumnya dipimpin oleh PBB. Ketersediaan makanan menjadi sangat terbatas dan mahal sejak Israel memperketat blokade pada 2 Maret.
PBB menyatakan bahwa hingga 13 Juli, sebanyak 875 orang telah tewas dalam beberapa pekan terakhir saat mencoba mendapatkan makanan, termasuk 674 orang di sekitar lokasi GHF.
Sementara itu, militer Israel pada hari Minggu mengeluarkan perintah evakuasi di wilayah Gaza tengah yang dipadati oleh pengungsi Palestina, sebagai sinyal akan adanya serangan dalam waktu dekat terhadap permukiman di Deir al-Balah. Langkah ini memicu kekhawatiran dari keluarga sandera Israel yang khawatir kerabat mereka berada di wilayah tersebut.
“Adakah yang bisa menjamin kepada kami bahwa keputusan ini tidak akan berujung pada kehilangan orang-orang yang kami cintai?” demikian pernyataan keluarga para sandera.
Militer Israel menjatuhkan selebaran dari udara yang memerintahkan warga di beberapa distrik di barat daya Deir al-Balah—tempat ratusan ribu pengungsi Palestina berlindung—untuk meninggalkan rumah mereka dan menuju ke selatan.
“Pasukan Pertahanan Israel terus bertindak dengan kekuatan penuh untuk menghancurkan kemampuan musuh dan infrastruktur teroris di wilayah tersebut,” sebut militer Israel.
Pasukan Israel belum memasuki distrik-distrik ini selama konflik yang sedang berlangsung karena mereka mencurigai Hamas mungkin menahan para sandera di sana. Setidaknya 20 dari 50 sandera yang masih ditahan di Gaza diyakini masih hidup.
Perang di Gaza saat ini dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap wilayah selatan Israel, yang diklaim Israel menewaskan sekitar 1.200 orang—sebagian besar warga sipil—dan menyandera 251 orang.
Otoritas kesehatan Gaza menyatakan bahwa sejak 7 Oktober 2023, sedikitnya 58.895 warga Palestina telah tewas dan 140.980 lainnya terluka akibat serangan balasan Israel.
Sumber : Pesanlab99.id